Thursday, 2 March 2017

Terpukau Lukisan Picasso Sampai Da Vinci di Galeri Seni AS Ini

detikTravel Community -  
November 2016. Liburan ke AS, traveler bisa main-main ke National Gallery of Arts di Kota Washington DC. Karya lukisan Picasso hingga Da Vinci dipamerkan di galeri ini. Keren!

Washington DC adalah surganya museum. Ibukota Amerika Serikat ini dikenal dengan banyak sekali jenis museum yang bisa dinikmati khalayak umum. Salah satunya adalah National Gallery of Arts yang terletak di 6th & Constitution Ave NW, Washington, DC 20565, Amerika Serikat

Museum yang diresmikan tahun 1937 ini adalah sebuah museum yang mengoleksi dan menampilkan karya-karya seni lukisan serta patung dari Eropa dan Amerika. Kunjungan kami ke museum ini diawali dengan jadwal tugas yang padat dari para profesor di kampus kami.

Untuk mengurangi tekanan mental dan pikiran, kami putuskan untuk menjelajahi District of Columbia pada hari Sabtu, akhir pekan, untuk kemudian berkutat kembali dengan tugas-tugas dari kampus. Kami berangkat menggunakan Metro Green Line (Kereta yang beroperasi di DC) dan turun di stasiun Archives-Navy Memorial-Penn Quarter. Dari sana kami berjalan kaki sekitar 5 menit dengan bantuan google map, dan sampailah kami di museum ini.

Bangunan dengan gaya Eropa-Yunani, dengan tiang-tiang penyangga yang besar membuat kami ingin segera memasuki pintu utama. Tas kami diperiksa sekuriti, yang meminta saya memanggul tas punggung saya di satu pundak saja.

Saya ikuti instruksi tersebut dan segera masuk ke salah satu sisi lorong yang berisi karya-karya seni dari eropa. Jangan takut tersesat karena di dekat gerbang masuk terdapat petugas yang membagikan peta museum untuk memudahkan pengunjung.

Tiap ruangan membagi era karya-karya seni tersebut, mulai jaman reinessance sampai tahun 1900 an. Pembagian karya seni juga didasarkan pada tempat asal karya-karya seni tersebut dibuat. Bersiaplah dimanjakan dengan nama-nama besar seperti Pablo Picasso, Rembrandt van Rijn, Leonardo da Vinci, Claude Monet, serta seniman-seniman dunia lainnya.

Untuk lebih mendalami karya-karya seni tersebut, pengunjung bisa membaca synopsis di sekitar lukisan atau menggunakan voice tour, semacam handy talkie yang bisa dipinjam dari petugas di dekat pintu masuk.

Pengunjung tinggal menekan tombol sesuai nomor yang ada di lukisan atau karya seni lainnya dan informasi tentang lukisan tersebut bisa didengar dari handy talkie tersebut. Untuk para pencinta seni lukis, museum ini sangat kami rekomendasikan.
Diterbitkan di : detik travel

Metro DC

“Sampai stasiun kereta
Pukul setengah dua
Duduk aku menunggu
Tanya loket dan penjaga
Kereta tiba pukul berapa?”

Sepertinya bang Iwan Fals tidak akan mendapatkan inspirasi lagu Kereta Tiba Pukul Berapa jika beliau tinggal di DC saat ini. Karena di DC para pengguna transportasi publik tidak perlu bertanya-tanya kapan kereta akan datang, semuanya terpampang jelas di sebuah monitor yang terdapat di setiap stasiun.

Stasiun Greenbelt, dan mobil-mobil yang terparkir.

Bagaimana saya tahu? Karena kami, para tikus tanah (julukan kami sendiri untuk mahasiswa-mahasiswa yang menggunakan transportasi kereta bawah tanah untuk menuju kampus demi efisiensi biaya hidup, haha) selalu menggunakannya hampir setiap hari. Kami harus menguasai semua jalur dan setiap tempat yang dilewatinya seperti membeli peralatan belajar, atau tempat refreshing di akhir pekan agar kami bisa mengefisiensikan waktu kami. Ketika menuju stasiun, saya tahu harus lari terburu-buru atau cukup jalan dengan santai karena sudah tahu berapa menit lagi kereta akan ada di stasiun.  Dengan mengecek aplikasi Metro yang berbasis GPS dari handphone, posisi metro terdekat dengan stasiun bisa terdeteksi.

Terdapat dua jenis transportasi publik dibawah metro, bis dan kereta. Untuk kereta, terdapat lima jalur (line) yang memiliki rute menyebar di area DC dan sebagian Maryland dan Virginia. Metro Bus menghandle ke titik-titik lain yang tidak terjangkau oleh Metro train. Penumpang bisa mengukur kapan dia tiba di tempat tujuan karena posisi setiap kereta metro terdeteksi oleh search engine seperti google map. Ketika hari ini Anda berencana ke Thomas Jefferson Memorial, Anda tinggal membuka google maps dan pilih menu direction, serta pilihan metro train, dan akan muncul estimasi waktu Anda sampai di sana jika anda berangkat saat ini.


Tentu saja pasti ada kelemahan yang ada pada sistem  transportasi Metro di DC, seperti misalnya tarif yang ditentukan oleh jarak dan waktu sibuk yang relatif sedikit mahal. Tapi hal tersebut tidak mengurangi warga DC dan para turis untuk menggunakannya, karena biaya parker mobil pribadi di DC lebih mahal. Semoga pemerintah, BUMN ataupun pihak swasta di Indonesia bisa mengambil segala kebaikan yang ada dalam sistem transportasi metro di DC agar bisa dinikmati para pengguna transportasi publik di tanah air. Amiiin..

Happy Thursday!

Minggu ini adalah minggu sibuk bagi saya. Dua mid tes, quantitative dan economics for public policy saya jalani hari senin dan Selasa kemarin. Tidak lupa organizational analysis report, Satu tugas lagi di kumpulkan hari Selasa malam, untuk kemudian di bahas kemarin malam. So.... let me enjoy this Thursday with this coffe, then we continue to start research proposal and OA report for next week. College Park, March 2017

Sunday, 16 October 2016

Being Tour Guide

Mbak Diyah, Mas Sosro dan Mas Ryan dari Duke Univ.
Minggu kemarin kami kedatangan tamu dari Duke University.  Singkat cerita saya dan Sidik berbagi tugas untuk mengantar mereka exploring DC selama dua hari, Sidik di hari Sabtu, saya di hari Minggu. Berikut ringkasan ceritanya : :D







Di samping Big Bus DC.

Lincoln Memorial

The Tour Guide :D





Paper for Policy Process

Tugas yang satu ini memiliki bobot cukup besar, 30% dari nilai akhir. Itulah kenapa kami harus serius dalam mengerjakannya. Bagaimana kita bisa menerapkan teori yang kita dapat di policy process dan melakukan mapping dengan kenyataan terhadap suatu topik yang kita angkat.  

Friday, 19 August 2016

The First Day of Orientation

Besok adalah hari pertama saya ke kampus menjalani masa orientasi. Cukup deg-degan, karena bellum tahu apa yang akan dihadapi esok hari. Hari ini? it's amazing. Bisa menjadi tamu di Gedung World Bank merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih untuk Pak Andang, Bu Karlina, serta Papa Mohammad Al Arief yang telah mengatur dan menyediakan waktunya untuk kami.

Smog besök kartu U Pass (kartu untuk menggunakan Metro dengan membayar per semester) jadi dibagikan. karena perjalanan menggunakan Metro di DC cukup menguras kantons :D.

Sunday, 7 August 2016

Berburu Perlengkapan Winter di Mangga Dua

Tiket keberangkatan tertanda tinggal beberapa hari lagi saya meninggalkan tanah air. Rekomendasi dari teman-teman satu beaiswa, untuk mencari perlengkapan winter ada di daerah Mangga Dua, Toko Djohan nama tokonya. Hari sabtu pun saya meluncur ke Pasar Pagi Mangga Dua, tempat toko tersebut menurut google.

Sampai sana ternyata belum jam 9, jadilah saya menunggu sebentar dengan membeli air mineral dan snack. Setelah jam 9, kami masuk, naik ke lantai dua dan mencari toko tersebut, begitu ketemu ternyata toko belum buka, kata beberapa pegawai disana biasanya buka jam 10 pagi. Saya pun keliling sebentar dan menemukan toko sejenis, yang setelah di cek di web toko djohan, harga yang ditawarkan relatif sama. Dari toko tersebut saya membeli jacket untuk winter, scraft dan penutup kepala. Setelah selesai, kami pun menuju ke toko Djohan. Toko baru buka dan langsung mencari barang-barang yang dicari. Item di toko djohan lebih lengkap. Di sana ada ear band, sarung tangan tousch screen, sepatu outdoor juga.





Akhirnya saya pulang dengan membawa list sebagai berikut :
  1. Jacket Winter
  2. Sweater
  3. Longjohn
  4. Penutup Kepala
  5. Scraft
  6. Sarung tangan touch screen dan non
  7. Sepatu Outdoor
  8. Ear band (penutup telinga)
  9. Topi Rusia 
  10. Kaos kaki (karena disana lebh tebal)