Thursday, 2 March 2017

Metro DC

“Sampai stasiun kereta
Pukul setengah dua
Duduk aku menunggu
Tanya loket dan penjaga
Kereta tiba pukul berapa?”

Sepertinya bang Iwan Fals tidak akan mendapatkan inspirasi lagu Kereta Tiba Pukul Berapa jika beliau tinggal di DC saat ini. Karena di DC para pengguna transportasi publik tidak perlu bertanya-tanya kapan kereta akan datang, semuanya terpampang jelas di sebuah monitor yang terdapat di setiap stasiun.

Stasiun Greenbelt, dan mobil-mobil yang terparkir.

Bagaimana saya tahu? Karena kami, para tikus tanah (julukan kami sendiri untuk mahasiswa-mahasiswa yang menggunakan transportasi kereta bawah tanah untuk menuju kampus demi efisiensi biaya hidup, haha) selalu menggunakannya hampir setiap hari. Kami harus menguasai semua jalur dan setiap tempat yang dilewatinya seperti membeli peralatan belajar, atau tempat refreshing di akhir pekan agar kami bisa mengefisiensikan waktu kami. Ketika menuju stasiun, saya tahu harus lari terburu-buru atau cukup jalan dengan santai karena sudah tahu berapa menit lagi kereta akan ada di stasiun.  Dengan mengecek aplikasi Metro yang berbasis GPS dari handphone, posisi metro terdekat dengan stasiun bisa terdeteksi.

Terdapat dua jenis transportasi publik dibawah metro, bis dan kereta. Untuk kereta, terdapat lima jalur (line) yang memiliki rute menyebar di area DC dan sebagian Maryland dan Virginia. Metro Bus menghandle ke titik-titik lain yang tidak terjangkau oleh Metro train. Penumpang bisa mengukur kapan dia tiba di tempat tujuan karena posisi setiap kereta metro terdeteksi oleh search engine seperti google map. Ketika hari ini Anda berencana ke Thomas Jefferson Memorial, Anda tinggal membuka google maps dan pilih menu direction, serta pilihan metro train, dan akan muncul estimasi waktu Anda sampai di sana jika anda berangkat saat ini.


Tentu saja pasti ada kelemahan yang ada pada sistem  transportasi Metro di DC, seperti misalnya tarif yang ditentukan oleh jarak dan waktu sibuk yang relatif sedikit mahal. Tapi hal tersebut tidak mengurangi warga DC dan para turis untuk menggunakannya, karena biaya parker mobil pribadi di DC lebih mahal. Semoga pemerintah, BUMN ataupun pihak swasta di Indonesia bisa mengambil segala kebaikan yang ada dalam sistem transportasi metro di DC agar bisa dinikmati para pengguna transportasi publik di tanah air. Amiiin..

No comments:

Post a Comment