“Sampai stasiun kereta
Pukul setengah dua
Duduk aku menunggu
Tanya loket dan
penjaga
Kereta tiba pukul
berapa?”
Sepertinya bang Iwan Fals tidak
akan mendapatkan inspirasi lagu Kereta
Tiba Pukul Berapa jika beliau tinggal di DC saat ini. Karena di DC para
pengguna transportasi publik tidak perlu bertanya-tanya kapan kereta akan datang,
semuanya terpampang jelas di sebuah monitor yang terdapat di setiap stasiun.
![]() |
| Stasiun Greenbelt, dan mobil-mobil yang terparkir. |
Bagaimana saya tahu? Karena kami,
para tikus tanah (julukan kami
sendiri untuk mahasiswa-mahasiswa yang menggunakan transportasi kereta bawah
tanah untuk menuju kampus demi efisiensi biaya hidup, haha) selalu
menggunakannya hampir setiap hari. Kami harus menguasai semua jalur dan setiap
tempat yang dilewatinya seperti membeli peralatan belajar, atau tempat
refreshing di akhir pekan agar kami bisa mengefisiensikan waktu kami. Ketika
menuju stasiun, saya tahu harus lari terburu-buru atau cukup jalan dengan
santai karena sudah tahu berapa menit lagi kereta akan ada di stasiun. Dengan mengecek aplikasi Metro yang berbasis
GPS dari handphone, posisi metro terdekat dengan stasiun bisa terdeteksi.
Terdapat dua jenis transportasi
publik dibawah metro, bis dan kereta. Untuk kereta, terdapat lima jalur (line)
yang memiliki rute menyebar di area DC dan sebagian Maryland dan Virginia. Metro
Bus menghandle ke titik-titik lain yang tidak terjangkau oleh Metro train. Penumpang
bisa mengukur kapan dia tiba di tempat tujuan karena posisi setiap kereta metro
terdeteksi oleh search engine seperti google map. Ketika hari ini Anda
berencana ke Thomas Jefferson Memorial, Anda tinggal membuka google maps dan
pilih menu direction, serta pilihan metro train, dan akan muncul estimasi waktu
Anda sampai di sana jika anda berangkat saat ini.
Tentu saja pasti ada kelemahan
yang ada pada sistem transportasi Metro
di DC, seperti misalnya tarif yang ditentukan oleh jarak dan waktu sibuk yang
relatif sedikit mahal. Tapi hal tersebut tidak mengurangi warga DC dan para
turis untuk menggunakannya, karena biaya parker mobil pribadi di DC lebih mahal.
Semoga pemerintah, BUMN ataupun pihak swasta di Indonesia bisa mengambil segala
kebaikan yang ada dalam sistem transportasi metro di DC agar bisa dinikmati
para pengguna transportasi publik di tanah air. Amiiin..

No comments:
Post a Comment