Eric Friedheim Quadrangle, salah satu tempat terbuka di kampus utama American University Washington DC. Ketika musim panas atau cuaca sedang mendukung, akan banyak student berkumpul untuk sekedar bersantai, membuka buku, atau mengerjakan tugas dengan laptop mereka di tempat ini. Setiap hari rabu diadakan farmer market yang menjual hasil pertanian dan makanan lokal di sekitar lapangan ini. Gedung di sebelah kiri adalah Bender Library, diteruskan dengan McKinley Building dan Mary Graydon Center. Bender Library adalah bangunan paling favorit untuk para student persiapan kelas dan mengerjakan tugas. McKinley Building adalah gedung untuk School of Communication AU. Mary Graydon Center adalah pusat student dan staff AU mengerjakan aktifitas, project ataupun bersantap makan di student food court lantai dasar.
Saturday, 18 March 2017
Friday, 3 March 2017
SateTruck
Washington DC. 24 Desember 2016. Fenomena Food Truck, kendaraan truk yang mengolah dan menjual makanan di tempat-tempat tertentu menjadi tren tersendiri di kota Washington DC, Amerika Serikat. Berbagai macam makanan yang dimasak di atas kendaraan roda empat ini telah tersedia di berbagai sudut ibukota negeri Paman Sam ini. Tak ketinggalan, salah satu makanan khas Indonesia, yaitu Sate, menjadi alternatif pilihan.
Ya, Satetruck adalah sebuah Food Truck yang bisa mengobati rasa rindu akan kuliner local di DC. Owner Satetruck memiliki tiga truk yang beroperasi di beberapa tempat berbeda. Para pelanggan bisa mengecek lokasi truk dengan memfollow akun twitter Satetruck (@SateTruck). Seringkali ketiga armada truk ini berhenti di sekitar stasiun kereta (Metro), serta taman kota bersama dengan armada food truck yang lain. Menu yang disediakan antara lain sate ayam, rendang, kari ayam dan beberapa masakan tradisional Indonesia lainnya.
Oleh karena itu bagi para wisatawan dalam negeri yang berencana liburan ke Washington DC, Anda belum resmi pernah dating ke Washington DC sebelum mencoba cita rasa sate Indonesia di Satetruck. Selamat Mencoba!
Thursday, 2 March 2017
Terpukau Lukisan Picasso Sampai Da Vinci di Galeri Seni AS Ini
detikTravel Community -
November 2016. Liburan ke AS, traveler bisa main-main ke National Gallery of Arts di Kota Washington DC. Karya lukisan Picasso hingga Da Vinci dipamerkan di galeri ini. Keren!
Washington DC adalah surganya museum. Ibukota Amerika Serikat ini dikenal dengan banyak sekali jenis museum yang bisa dinikmati khalayak umum. Salah satunya adalah National Gallery of Arts yang terletak di 6th & Constitution Ave NW, Washington, DC 20565, Amerika Serikat
Museum yang diresmikan tahun 1937 ini adalah sebuah museum yang mengoleksi dan menampilkan karya-karya seni lukisan serta patung dari Eropa dan Amerika. Kunjungan kami ke museum ini diawali dengan jadwal tugas yang padat dari para profesor di kampus kami.
Untuk mengurangi tekanan mental dan pikiran, kami putuskan untuk menjelajahi District of Columbia pada hari Sabtu, akhir pekan, untuk kemudian berkutat kembali dengan tugas-tugas dari kampus. Kami berangkat menggunakan Metro Green Line (Kereta yang beroperasi di DC) dan turun di stasiun Archives-Navy Memorial-Penn Quarter. Dari sana kami berjalan kaki sekitar 5 menit dengan bantuan google map, dan sampailah kami di museum ini.
Bangunan dengan gaya Eropa-Yunani, dengan tiang-tiang penyangga yang besar membuat kami ingin segera memasuki pintu utama. Tas kami diperiksa sekuriti, yang meminta saya memanggul tas punggung saya di satu pundak saja.
Saya ikuti instruksi tersebut dan segera masuk ke salah satu sisi lorong yang berisi karya-karya seni dari eropa. Jangan takut tersesat karena di dekat gerbang masuk terdapat petugas yang membagikan peta museum untuk memudahkan pengunjung.
Tiap ruangan membagi era karya-karya seni tersebut, mulai jaman reinessance sampai tahun 1900 an. Pembagian karya seni juga didasarkan pada tempat asal karya-karya seni tersebut dibuat. Bersiaplah dimanjakan dengan nama-nama besar seperti Pablo Picasso, Rembrandt van Rijn, Leonardo da Vinci, Claude Monet, serta seniman-seniman dunia lainnya.
Untuk lebih mendalami karya-karya seni tersebut, pengunjung bisa membaca synopsis di sekitar lukisan atau menggunakan voice tour, semacam handy talkie yang bisa dipinjam dari petugas di dekat pintu masuk.
Pengunjung tinggal menekan tombol sesuai nomor yang ada di lukisan atau karya seni lainnya dan informasi tentang lukisan tersebut bisa didengar dari handy talkie tersebut. Untuk para pencinta seni lukis, museum ini sangat kami rekomendasikan.
Washington DC adalah surganya museum. Ibukota Amerika Serikat ini dikenal dengan banyak sekali jenis museum yang bisa dinikmati khalayak umum. Salah satunya adalah National Gallery of Arts yang terletak di 6th & Constitution Ave NW, Washington, DC 20565, Amerika Serikat
Museum yang diresmikan tahun 1937 ini adalah sebuah museum yang mengoleksi dan menampilkan karya-karya seni lukisan serta patung dari Eropa dan Amerika. Kunjungan kami ke museum ini diawali dengan jadwal tugas yang padat dari para profesor di kampus kami.
Untuk mengurangi tekanan mental dan pikiran, kami putuskan untuk menjelajahi District of Columbia pada hari Sabtu, akhir pekan, untuk kemudian berkutat kembali dengan tugas-tugas dari kampus. Kami berangkat menggunakan Metro Green Line (Kereta yang beroperasi di DC) dan turun di stasiun Archives-Navy Memorial-Penn Quarter. Dari sana kami berjalan kaki sekitar 5 menit dengan bantuan google map, dan sampailah kami di museum ini.
Bangunan dengan gaya Eropa-Yunani, dengan tiang-tiang penyangga yang besar membuat kami ingin segera memasuki pintu utama. Tas kami diperiksa sekuriti, yang meminta saya memanggul tas punggung saya di satu pundak saja.
Saya ikuti instruksi tersebut dan segera masuk ke salah satu sisi lorong yang berisi karya-karya seni dari eropa. Jangan takut tersesat karena di dekat gerbang masuk terdapat petugas yang membagikan peta museum untuk memudahkan pengunjung.
Tiap ruangan membagi era karya-karya seni tersebut, mulai jaman reinessance sampai tahun 1900 an. Pembagian karya seni juga didasarkan pada tempat asal karya-karya seni tersebut dibuat. Bersiaplah dimanjakan dengan nama-nama besar seperti Pablo Picasso, Rembrandt van Rijn, Leonardo da Vinci, Claude Monet, serta seniman-seniman dunia lainnya.
Untuk lebih mendalami karya-karya seni tersebut, pengunjung bisa membaca synopsis di sekitar lukisan atau menggunakan voice tour, semacam handy talkie yang bisa dipinjam dari petugas di dekat pintu masuk.
Pengunjung tinggal menekan tombol sesuai nomor yang ada di lukisan atau karya seni lainnya dan informasi tentang lukisan tersebut bisa didengar dari handy talkie tersebut. Untuk para pencinta seni lukis, museum ini sangat kami rekomendasikan.
Diterbitkan di : detik travel
Metro DC
“Sampai stasiun kereta
Pukul setengah dua
Duduk aku menunggu
Tanya loket dan
penjaga
Kereta tiba pukul
berapa?”
Sepertinya bang Iwan Fals tidak
akan mendapatkan inspirasi lagu Kereta
Tiba Pukul Berapa jika beliau tinggal di DC saat ini. Karena di DC para
pengguna transportasi publik tidak perlu bertanya-tanya kapan kereta akan datang,
semuanya terpampang jelas di sebuah monitor yang terdapat di setiap stasiun.
![]() |
| Stasiun Greenbelt, dan mobil-mobil yang terparkir. |
Bagaimana saya tahu? Karena kami,
para tikus tanah (julukan kami
sendiri untuk mahasiswa-mahasiswa yang menggunakan transportasi kereta bawah
tanah untuk menuju kampus demi efisiensi biaya hidup, haha) selalu
menggunakannya hampir setiap hari. Kami harus menguasai semua jalur dan setiap
tempat yang dilewatinya seperti membeli peralatan belajar, atau tempat
refreshing di akhir pekan agar kami bisa mengefisiensikan waktu kami. Ketika
menuju stasiun, saya tahu harus lari terburu-buru atau cukup jalan dengan
santai karena sudah tahu berapa menit lagi kereta akan ada di stasiun. Dengan mengecek aplikasi Metro yang berbasis
GPS dari handphone, posisi metro terdekat dengan stasiun bisa terdeteksi.
Terdapat dua jenis transportasi
publik dibawah metro, bis dan kereta. Untuk kereta, terdapat lima jalur (line)
yang memiliki rute menyebar di area DC dan sebagian Maryland dan Virginia. Metro
Bus menghandle ke titik-titik lain yang tidak terjangkau oleh Metro train. Penumpang
bisa mengukur kapan dia tiba di tempat tujuan karena posisi setiap kereta metro
terdeteksi oleh search engine seperti google map. Ketika hari ini Anda
berencana ke Thomas Jefferson Memorial, Anda tinggal membuka google maps dan
pilih menu direction, serta pilihan metro train, dan akan muncul estimasi waktu
Anda sampai di sana jika anda berangkat saat ini.
Tentu saja pasti ada kelemahan
yang ada pada sistem transportasi Metro
di DC, seperti misalnya tarif yang ditentukan oleh jarak dan waktu sibuk yang
relatif sedikit mahal. Tapi hal tersebut tidak mengurangi warga DC dan para
turis untuk menggunakannya, karena biaya parker mobil pribadi di DC lebih mahal.
Semoga pemerintah, BUMN ataupun pihak swasta di Indonesia bisa mengambil segala
kebaikan yang ada dalam sistem transportasi metro di DC agar bisa dinikmati
para pengguna transportasi publik di tanah air. Amiiin..
Happy Thursday!
Minggu ini adalah minggu sibuk bagi saya. Dua mid tes, quantitative dan economics for public policy saya jalani hari senin dan Selasa kemarin. Tidak lupa organizational analysis report, Satu tugas lagi di kumpulkan hari Selasa malam, untuk kemudian di bahas kemarin malam. So.... let me enjoy this Thursday with this coffe, then we continue to start research proposal and OA report for next week. College Park, March 2017
Sunday, 16 October 2016
Being Tour Guide
| Mbak Diyah, Mas Sosro dan Mas Ryan dari Duke Univ. |
| Di samping Big Bus DC. |
| Lincoln Memorial |
| The Tour Guide :D |
Paper for Policy Process
Tugas yang satu ini memiliki bobot cukup besar, 30% dari nilai akhir. Itulah kenapa kami harus serius dalam mengerjakannya. Bagaimana kita bisa menerapkan teori yang kita dapat di policy process dan melakukan mapping dengan kenyataan terhadap suatu topik yang kita angkat.
Friday, 19 August 2016
The First Day of Orientation
Besok adalah hari pertama saya ke kampus menjalani masa orientasi. Cukup deg-degan, karena bellum tahu apa yang akan dihadapi esok hari. Hari ini? it's amazing. Bisa menjadi tamu di Gedung World Bank merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih untuk Pak Andang, Bu Karlina, serta Papa Mohammad Al Arief yang telah mengatur dan menyediakan waktunya untuk kami.
Smog besök kartu U Pass (kartu untuk menggunakan Metro dengan membayar per semester) jadi dibagikan. karena perjalanan menggunakan Metro di DC cukup menguras kantons :D.
Sunday, 7 August 2016
Berburu Perlengkapan Winter di Mangga Dua
Tiket keberangkatan tertanda tinggal beberapa hari lagi saya meninggalkan tanah air. Rekomendasi dari teman-teman satu beaiswa, untuk mencari perlengkapan winter ada di daerah Mangga Dua, Toko Djohan nama tokonya. Hari sabtu pun saya meluncur ke Pasar Pagi Mangga Dua, tempat toko tersebut menurut google.
Sampai sana ternyata belum jam 9, jadilah saya menunggu sebentar dengan membeli air mineral dan snack. Setelah jam 9, kami masuk, naik ke lantai dua dan mencari toko tersebut, begitu ketemu ternyata toko belum buka, kata beberapa pegawai disana biasanya buka jam 10 pagi. Saya pun keliling sebentar dan menemukan toko sejenis, yang setelah di cek di web toko djohan, harga yang ditawarkan relatif sama. Dari toko tersebut saya membeli jacket untuk winter, scraft dan penutup kepala. Setelah selesai, kami pun menuju ke toko Djohan. Toko baru buka dan langsung mencari barang-barang yang dicari. Item di toko djohan lebih lengkap. Di sana ada ear band, sarung tangan tousch screen, sepatu outdoor juga.
Akhirnya saya pulang dengan membawa list sebagai berikut :
- Jacket Winter
- Sweater
- Longjohn
- Penutup Kepala
- Scraft
- Sarung tangan touch screen dan non
- Sepatu Outdoor
- Ear band (penutup telinga)
- Topi Rusia
- Kaos kaki (karena disana lebh tebal)
Saturday, 30 July 2016
Yang Hebat Bukan Saya Tapi Ibu Saya
Suatu shubuh, seorang wanita
membangunkan putranya yang duduk di bangku sekolah dasar, “Nak, sholat dulu terus bantu Ibu ya”. Sang putra terbangun dan
melaksanakan sholat, kemudian membantu Ibu dan Ayahnya membungkus mi goreng
untuk dijajakan ke sekolah melalui bibinya yang menjadi pegawai di sekolah
tersebut. Setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, sang putra mengantar
bungkusan mi goreng itu ke rumah bibinya, sorenya ia mengambil sisa dan uang
hasil penjualannya. Ketika mi gorengnya habis, ia akan lapor ke Ibunya dengan
gembira, namun saat mi gorengnya masih tersisa banyak terkadang ia takut pulang
karena sedih dan kasihan dengan Ibunya yang sudah menyiapkan makanan tersebut
sedari dini hari, demi mendapatkan tambahan penghasilan untuk mencukupi
kebutuhan harian mereka.
Beberapa Tahun Kemudian……
“Bu, teman-temanku ikut bimbingan persiapan UN di sana, bolehkah aku
ikut bimbingan juga?”_seorang anak yang duduk di bangku kelas tiga SMA
bertanya pada ibunya. Sang ibu tersenyum mendengar keinginan putranya, ia tidak
segera menjawab pertanyaan saat itu juga. Ia berpikir sebenarnya untuk
kebutuhan bulanan saja penghasilannya sudah hampir tak tersisa, namun ia tidak
ingin mengecewakan keinginan putranya, baginya pendidikan sang putra adalah hal
yang harus diutamakan. Keesokan harinya sang anak dipanggil, “Nak, Ibu mengijinkanmu ikut bimbingan, tapi
uang yang ada hanya cukup untuk biaya bimbingannya saja, kalau kamu benar-benar
ingin ikut bimbingannya, segeralah mendaftar”. “Baik bu” jawab putranya. Alhasil sang putra ikut bimbingan
tersebut. Tiap hari ia berjalan kaki dari rumahnya ke tempat bimbingan di
daerah simpang lima yang berjarak kurang lebih satu setengah kilometer. Ia tak
peduli dengan teman-temannya yang menggunakan motor atau di antar mobil oleh
orang tuanya, baginya bisa ikut bimbingan saja ia sudah beruntung. Ia pun
konsisten mengikuti bimbingan sampai akhir agar tidak mengecewakan Ibunya.
*Beberapa Tahun Kemudian……*
“Silahkan kalian berdiri, dan menghadaplah ke arah dimana orangtua
kalian berada”, dekan salah satu universitas terbaik di negeri ini meminta
pada semua wisudawan pada acara wisuda tersebut. Seorang pemuda berdiri dengan
tersenyum, dan menghadap ke salah satu sisi balairung, banyak kamera yang
menyorot mereka sehingga ia yakin ia terlihat oleh layar televisi yang
terpasang di luar balairung. “Berilah
tepuk tangan pada orang tua kalian, karena merekalah kalian sekarang berada
disini, lulus dari universitas ini”, ujar sang dekan kemudian. Serempak
semua wisudawan bertepuk tangan ke arah yang berbeda-beda, suasana menjadi
riuh. Sepasang suami istri yang duduk di kursi pendamping di luar balairung,
menatap layar televisi yang terpasang di sana. Sang wanita, berkaca-kaca saat
melihat putranya bertepuk tangan sambil tersenyum. Putranya yang dulu ia
perjuangkan untuk terus mendapat pendidikan sekarang telah menyelesikan
sarjananya, dengan jalan yang mungkin tidak terbayangkan olehnya dari awal.
Sang anak diterima di perguruan tinggi kedinasan yang tidak memungut biaya
kuliah. Setelah lulus dari sana ia melanjutkan kuliah ke universitas ini dengan
gaji yang telah ia peroleh sebagai pegawai. Dan tentu saja karena doa dan usahanya
untuk keberhasilan sang putra.
Beberapa Tahun Kemudian……
“Mas, keren banget sih, tahun kemarin baru aja dapet penghargaan
pegawai terbaik, sekarang dapet beasiswa S2 ke luar negeri, gimana sih caranya
biar hebat gitu?” tanya seorang pegawai yunior pada pegawai senior di
kantor mereka. Yang ditanya tersenyum, dan menjawab, “Sebenarnya yang hebat itu bukan saya, tapi ibu saya”. “Saya yang sekarang adalah hasil didikan
beliau bertahun-tahun” lanjutnya. “Karena
itu muliakanlah orang tua kita, karena kita tidak akan pernah tahu seberapa
besar keajaiban yang Allah SWT persiapkan karena doa dan keridloan mereka untuk
kita.” Pegawai senior tersebut adalah putra dari wanita yang menjual mi goreng ke sekolah sembilan belas tahun
yang lalu.
*Pesan moral : Muliakanlah orang
tua kita, karena kita tidak akan pernah tahu seberapa besar keajaiban yang
Allah SWT persiapkan karena doa dan keridloan mereka untuk kita.*
Tuesday, 12 July 2016
50 Negara Bagian Amerika Serikat
Sebagai seorang yang akan belajar ke negara orang lain, tentu saja saya harus belajar tentang negara tersebut. Salah satu hal yang saya pelajari adalah negara bagian di US.
Amerika Serikat adalah Negara dengan 50 negara bagian. Negara-negara bagian tersebut antara lain (dari barat ke timur) : Washington, Oregon, California, Nevada, Idaho, Montana, Utah, Arizona, Wyoming, Colorado, New Mexico, North Dakota, South Dakota, Nebraska, Kansas, Oklahoma, Texas, Minnesota, Iowa, Missouri, Arkansas, Lousiana, Wisconsin, Illinois, Mississipi, Indiana, Kentucky, Tennessee, Alabama, Michigan, Ohio, Georgia, Florida, West Virginia, Virginia, North Carolina, South Carolina, Pennsylvania, Washington DC, Vermont, Massachusetts, Maine, New Hampshire, Connecticut, New Jersey, Rode Island, Delaware, Maryland, Alaska dan Hawaii. Untuk lebih detail lokasi masing-masing silahkan di zoom in gambar di atas.
Amerika Serikat adalah Negara dengan 50 negara bagian. Negara-negara bagian tersebut antara lain (dari barat ke timur) : Washington, Oregon, California, Nevada, Idaho, Montana, Utah, Arizona, Wyoming, Colorado, New Mexico, North Dakota, South Dakota, Nebraska, Kansas, Oklahoma, Texas, Minnesota, Iowa, Missouri, Arkansas, Lousiana, Wisconsin, Illinois, Mississipi, Indiana, Kentucky, Tennessee, Alabama, Michigan, Ohio, Georgia, Florida, West Virginia, Virginia, North Carolina, South Carolina, Pennsylvania, Washington DC, Vermont, Massachusetts, Maine, New Hampshire, Connecticut, New Jersey, Rode Island, Delaware, Maryland, Alaska dan Hawaii. Untuk lebih detail lokasi masing-masing silahkan di zoom in gambar di atas.
Sunday, 10 July 2016
Chi-squared test
Hari ini saya mencoba trial Math Placement Test, dan dari 119 topik, saya hanya bisa mengerjakan 24 topik :D. Banyak PR menanti untuk diingat kembali. Salah satu topik yang tidak bisa saya jawab adalah tentang Chi-squared test. Langsung saja saya googling topik tersebut.
Dari wikipedia, berikut pengertian Chi-squared test : A chi-squared test, also referred to as a
test (or chi-square test), is any statistical hypothesis test wherein the sampling distribution of the test statistic is a chi-square distribution when the null hypothesis is true. Chi-squared tests are often constructed from a sum of squared errors, or through the sample variance.
Test statistics that follow a chi-squared distribution arise from an
assumption of independent normally distributed data, which is valid in
many cases due to the central limit theorem. A chi-squared test can be used to attempt rejection of the null hypothesis that the data are independent.
Rumus :
Wednesday, 29 June 2016
Dengan Ketekunan, Bis Patas Jurusan Serpong Bisa Mengantarmu Ke Washington DC
Ketekunan adalah suatu
hal yang ajaib. Ketekunan terkadang bisa mengalahkan bakat yang sangat besar.
Ketekunan seringkali mendatangkan kesempatan yang tidak didapat oleh orang lain
yang tidak memilikinya. Ketekunan seringkali jadi pembeda antara orang yang
berhasil dengan orang yang gagal._
Mana mungkin ke Washington DC
menggunakan bis Patas AC, Apalagi jurusannya Bekasi - BSD?. tiket pesawat ke
Arab Saudi aja mungkin masih lebih murah jika dibandingkan dengan tiket pesawat
ke jantung sang negara adidaya tersebut. Namun cerita di bawah ini adalah salah satu
contoh tentang keajaiban ketekunan.
Semuanya berawal dari
penawaran diklat bahasa inggris selama tiga bulan di kampus Jurangmangu,
Bintaro Sektor V Tangerang Selatan. Tanpa
pikir panjang tentu saja saya mengajukan diri dan diterima untuk mengikuti
diklat tersebut. Saya adalah tipe orang yang lemah dalam bahasa inggris, dari
jaman SMP sampai kuliah saya tidak pernah sukses dalam mata pelajaran satu ini.
Karena itu saya selalu berusaha memperbaiki _skill_ yang saya miliki dengan mengikuti semua kesempatan diklat
bahasa inggris.
Untuk menghemat pengeluaran,
saya menggunakan bis Agra Mas jurusan Bekasi - BSD (Bumi Serpong Damai), bus
dengan warna ikonik merah dan logo tulisan berwarna putih dengan volume penumpang
yang luar biasa. Jika beruntung, begitu sampai di bundaran komsen Jatiasih saya
akan langsung melihat bis ini sedang mangkal di jalan menuju pintu tol
Jatiasih, duduk di kursi dekat pintu dengan hembusan AC yang langsung membuat
ingin merilekskan sejenak badan ini (baca : tidur). Jika sedang tidak beruntung, boro-boro duduk
di kursi, bisa masuk ke dalam bis saja saya sudah harus bersyukur. Kadang saya harus jadi _anak nangkring_ di bagasi barang, yaitu _space_ di belakang 5-6 kursi di bagian paling belakang, karena diminta
sportifitas saya sebagai laki-laki atau anak muda oleh penumpang lain (walaupun
umur sudah kepala tiga juga sebenarnya ).
Tarif dari Jatiasih ke pintu
tol Veteran, lokasi dimana saya akan meneruskan rute saya dengan menggunakan
ojek pangkalan adalah sepuluh ribu rupiah. Jika saya menggunakan Gojek dari
rumah ke bundaran komsen - dilanjutkan dengan menggunakan bis - dan Ojek
pangkalan, total biaya yang saya keluarkan sekitar lima puluh ribu rupiah.
Masih lebih murah jika dengan menggunakan taksi yang harganya mencapai tiga kali
lipatnya. Mental Anda akan ditempa dua kali lipat saat anda tidak dapat tempat
duduk, dan jalanan di Jakarta sudah mulai macet, otomatis anda akan berada
dalam posisi berdiri lebih lama daripada biasanya. Dan saya bisa membayangkan
betapa kuatnya mental para penumpang lain yang mungkin saja telah
bertahun-tahun mengalami rutinitas seperti itu.
Bis ini juga mengangkut
berbagai macam semangat penumpangnya, mulai dari ibu-ibu pegawai yang harus
lintas propinsi tiap hari (Bekasi - BSD kan beda propinsi, hehe) demi menafkahi
keluarganya, sampai dengan anak-anak muda mahasiswa-mahasiswi yang membawa buku
kuliah mereka ke dalam bis untuk dibaca dengan posisi berdiri sekalipun. Saat sore hari juga suasana tak jauh beda.
Hanya saja mungkin raut wajah para penumpang yang tidak seceria di pagi hari
lebih dominan. Aroma kegigihan mereka bekerja keras di setiap aktivitas
masing-masing terkadang juga tercium oleh hidung saya.
Rutinitas di atas selalu saya
jalani selama empat bulan. Setiap Senin pagi setelah sholat Subuh , saat
matahari pun belum menampakkan sinarnya, saya berangkat dari rumah. Jumat malam saat kembali ke rumah, seringkali
saya sampai di rumah saat anak saya telah tidur, karena kemacetan pada hari
tersebut terjadi nyaris pada 80% trayek bis Agra Mas Bekasi - BSD. Tidak ada
lagi yang bisa saya perbuat untuk sampai pada tujuan saya kecuali dengan
ketekunan. Karena saya bukanlah seorang dengan bakat besar dalam bahasa
inggris. Saat sesi _reading_ misalnya,
saya harus membaca satu paragraf dalam suatu bacaan beberapa kali, ketika
teman-teman saya sudah mengerti inti dari paragraf tersebut dengan sekali baca.
Begitu juga dengan sesi speaking,
seringkali pengajar mengingatkan saya untuk mengeraskan volume suara karena
khawatir saat _real test_ suara tidak
terdengar, keadaan yang sebenarnya disebabkan karena saya kurang _confidence_ dengan kemampuan saya. Tentu
saja saya menambah porsi latihan dan belajar lebih banyak dari teman-teman saya
untuk meminimalisir kelemahan saya tersebut.
Dan pada akhirnya, di akhir
masa seleksi saya termasuk dalam peserta yang melewati _passing grade_ untuk disekolahkan ke luar negeri. Selanjutnya saya
mendapatkan jatah ke Amerika Serikat, dan diterima di beberapa universitas. Dan
pilihan saya jatuh pada salah satu universitas yang berlokasi di Washington DC.
Kadang kita tidak pernah menyangka apa yang akan dihasilkan oleh hal-hal kecil
yang kita lakukan dengan rutin. Semua faktor yang ikut mendukung saya untuk
menekuni diklat empat bulan tersebut tentu saja ikut berjasa, termasuk bis
warna merah jurusan Bekasi - BSD yang selalu saya tunggu di pintu tol setiap
awal dan akhir pekan. Karena itu, lakukanlah semua hal yang Anda inginkan
dengan ketekunan, niscaya hasilnya tidak akan mengkhianati proses yang ada
dibaliknya.
Subscribe to:
Posts (Atom)






