Wednesday, 29 June 2016

Dengan Ketekunan, Bis Patas Jurusan Serpong Bisa Mengantarmu Ke Washington DC



Ketekunan adalah suatu hal yang ajaib. Ketekunan terkadang bisa mengalahkan bakat yang sangat besar. Ketekunan seringkali mendatangkan kesempatan yang tidak didapat oleh orang lain yang tidak memilikinya. Ketekunan seringkali jadi pembeda antara orang yang berhasil dengan orang yang gagal._

Mana mungkin ke Washington DC menggunakan bis Patas AC, Apalagi jurusannya Bekasi - BSD?. tiket pesawat ke Arab Saudi aja mungkin masih lebih murah jika dibandingkan dengan tiket pesawat ke jantung sang negara adidaya tersebut.  Namun cerita di bawah ini adalah salah satu contoh tentang keajaiban ketekunan.

Semuanya berawal dari penawaran diklat bahasa inggris selama tiga bulan di kampus Jurangmangu, Bintaro Sektor V Tangerang Selatan.  Tanpa pikir panjang tentu saja saya mengajukan diri dan diterima untuk mengikuti diklat tersebut. Saya adalah tipe orang yang lemah dalam bahasa inggris, dari jaman SMP sampai kuliah saya tidak pernah sukses dalam mata pelajaran satu ini. Karena itu saya selalu berusaha memperbaiki _skill_ yang saya miliki dengan mengikuti semua kesempatan diklat bahasa inggris.

Untuk menghemat pengeluaran, saya menggunakan bis Agra Mas jurusan Bekasi - BSD (Bumi Serpong Damai), bus dengan warna ikonik merah dan logo tulisan berwarna putih dengan volume penumpang yang luar biasa. Jika beruntung, begitu sampai di bundaran komsen Jatiasih saya akan langsung melihat bis ini sedang mangkal di jalan menuju pintu tol Jatiasih, duduk di kursi dekat pintu dengan hembusan AC yang langsung membuat ingin merilekskan sejenak badan ini (baca : tidur).  Jika sedang tidak beruntung, boro-boro duduk di kursi, bisa masuk ke dalam bis saja saya sudah harus bersyukur.  Kadang saya harus jadi _anak nangkring_ di bagasi barang, yaitu _space_ di belakang 5-6 kursi di bagian paling belakang, karena diminta sportifitas saya sebagai laki-laki atau anak muda oleh penumpang lain (walaupun umur sudah kepala tiga juga sebenarnya ).  

Tarif dari Jatiasih ke pintu tol Veteran, lokasi dimana saya akan meneruskan rute saya dengan menggunakan ojek pangkalan adalah sepuluh ribu rupiah. Jika saya menggunakan Gojek dari rumah ke bundaran komsen - dilanjutkan dengan menggunakan bis - dan Ojek pangkalan, total biaya yang saya keluarkan sekitar lima puluh ribu rupiah. Masih lebih murah jika dengan menggunakan taksi yang harganya mencapai tiga kali lipatnya. Mental Anda akan ditempa dua kali lipat saat anda tidak dapat tempat duduk, dan jalanan di Jakarta sudah mulai macet, otomatis anda akan berada dalam posisi berdiri lebih lama daripada biasanya. Dan saya bisa membayangkan betapa kuatnya mental para penumpang lain yang mungkin saja telah bertahun-tahun mengalami rutinitas seperti itu.

Bis ini juga mengangkut berbagai macam semangat penumpangnya, mulai dari ibu-ibu pegawai yang harus lintas propinsi tiap hari (Bekasi - BSD kan beda propinsi, hehe) demi menafkahi keluarganya, sampai dengan anak-anak muda mahasiswa-mahasiswi yang membawa buku kuliah mereka ke dalam bis untuk dibaca dengan posisi berdiri sekalipun.  Saat sore hari juga suasana tak jauh beda. Hanya saja mungkin raut wajah para penumpang yang tidak seceria di pagi hari lebih dominan. Aroma kegigihan mereka bekerja keras di setiap aktivitas masing-masing terkadang juga tercium oleh hidung saya.

Rutinitas di atas selalu saya jalani selama empat bulan. Setiap Senin pagi setelah sholat Subuh , saat matahari pun belum menampakkan sinarnya,  saya berangkat dari rumah.  Jumat malam saat kembali ke rumah, seringkali saya sampai di rumah saat anak saya telah tidur, karena kemacetan pada hari tersebut terjadi nyaris pada 80% trayek bis Agra Mas Bekasi - BSD. Tidak ada lagi yang bisa saya perbuat untuk sampai pada tujuan saya kecuali dengan ketekunan. Karena saya bukanlah seorang dengan bakat besar dalam bahasa inggris. Saat sesi _reading_ misalnya, saya harus membaca satu paragraf dalam suatu bacaan beberapa kali, ketika teman-teman saya sudah mengerti inti dari paragraf tersebut dengan sekali baca. Begitu juga dengan sesi speaking, seringkali pengajar mengingatkan saya untuk mengeraskan volume suara karena khawatir saat _real test_ suara tidak terdengar, keadaan yang sebenarnya disebabkan karena saya kurang _confidence_ dengan kemampuan saya. Tentu saja saya menambah porsi latihan dan belajar lebih banyak dari teman-teman saya untuk meminimalisir kelemahan saya tersebut.

Dan pada akhirnya, di akhir masa seleksi saya termasuk dalam peserta yang melewati _passing grade_ untuk disekolahkan ke luar negeri. Selanjutnya saya mendapatkan jatah ke Amerika Serikat, dan diterima di beberapa universitas. Dan pilihan saya jatuh pada salah satu universitas yang berlokasi di Washington DC. Kadang kita tidak pernah menyangka apa yang akan dihasilkan oleh hal-hal kecil yang kita lakukan dengan rutin. Semua faktor yang ikut mendukung saya untuk menekuni diklat empat bulan tersebut tentu saja ikut berjasa, termasuk bis warna merah jurusan Bekasi - BSD yang selalu saya tunggu di pintu tol setiap awal dan akhir pekan. Karena itu, lakukanlah semua hal yang Anda inginkan dengan ketekunan, niscaya hasilnya tidak akan mengkhianati proses yang ada dibaliknya.

Progress Persiapan berangkat

Hari ini saya dan teman-teman yang diterima di AU berencana untuk melakukan vaksinasi, dan mungkin sekalian membuka rekening valas Mandiri, setelah kemarin ditolak karena tidak membawa NPWP. Semoga dilancarkan, Amiin.. berikut official video dari AU untuk mahasiswa baru. : 

Friday, 24 June 2016

Transportasi Publik di Washington DC

Sangat mudah untuk melakukan perjalanan berkeliling wilayah Washington, DC menggunakan transportasi umum. Karena lalu lintas Washington, DC sering sesak dan biaya parkir mahal, menggunakan angkutan umum bisa menjadi cara mudah untuk mendapatkan mengeksplore pusat pemerintahanUSA ini. Olahraga, hiburan, belanja, museum dan atraksi wisata semua dapat diakses dengan transportasi umum. Berkendara dengan kereta bawah tanah (subway), kereta api atau bus bisa mengurangi stres dan lebih mudah daripada mengendarai mobil pribadi ke beberapa daerah di sekitar wilayah tersebut. Berikut adalah panduan untuk  sistem transportasi umum di Washington, DC.

Metrorail - The Washington Metrorail adalah sistem kereta bawah tanah regional, menyediakan transportasi bersih, aman dan terpercaya di seluruh wilayah metropolitan Washington, DC menggunakan lima baris kode warna yang berpotongan di berbagai titik area (semacam koridor busway kalau di Jakarta), sehingga memungkinkan bagi penumpang untuk mengubah kereta dan perjalanan di mana saja dalam sistem. Tercatat ada Red Line, Yellow Line, Orange Line, Blue Line dan Green Line yang menghubungkan tiap sudut daerah Washington DC.

Metrobus - Metrobus adalah area layanan bus regional Washington, DC  yang menghubungkan semua stasiun Metrorail dan feed ke sistem bus lokal lain di sekitar wilayah tersebut. 

National Mall Tour Bus - adalah bus Ekspres yang beroperasi dari Union Station, ke World War II Memorial, Lincoln Memorial, Pemakaman Nasional Arlington, Martin Luther King Memorial, stasiun Smithsonian Metro dan sebaliknya. 

DC Circulator - The DC Circulator, memberikan layanan transportasi murah, frekuentif di sekitar National Mall, antara Union Station dan Georgetown, dan antaraConvention Center  dan National Mall.

DC Trem (Streetcars) - Trem akan segera disediakan sebagai transportasi di sekitar Washington DC. Trayek baru sedang dibangun dan yang pertama diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2013. 

Layanan Kereta MARC - MARC adalah kereta komuter menyediakan angkutan umum beserta empat rute ke Union Station di Washington, DC. Titik mulainya  di Baltimore, Frederick, dan Perryville, MD dan Martinsburg, Virginia Barat. Dimulai pada Desember 2013, layanan MARC akan berjalan pada akhir pekan antara Baltimore dan Washington pada Penn Line. Trayek lainnya beroperasi Senin sampai Jumat saja. 

Virginia Railway Express (VRE) - VRE adalah kereta komuter menyediakan transportasi umum dari Fredericksburg dan Jalankan Bandara luas di Bristow, VA ke Union Station di Washington, DC. Layanan VRE berjalan Senin sampai Jumat saja. 

ART-Arlington Transit - ART adalah sistem bus yang beroperasi dalam Arlington County, Virginia dan menyediakan akses ke stasiun Crystal City Metro dan VRE. 

City of Fairfax CUE - Sistem CUE bus menyediakan transportasi umum dalam kota Fairfax, George Mason University, dan ke Vienna /Stasiun Fairfax-UGM Metrorail. 

DASH (Alexandria) - Sistem DASH bus menyediakan layanan dalam Kota Alexandria, dan menghubungkan dengan Metrobus, Metrorail, dan VRE. 

Fairfax Connector - The Fairfax Connector adalah sistem bus lokal untuk Fairfax County, Virginia yang menghubungkan ke Metrorail. 

Loudoun County Commuter Bus - The Loudoun County Connector adalah layanan bus komuter yang menyediakan transportasi ke Park & Ride Lots pada jam sibuk, Senin sampai Jumat. Tujuan bus mencakup West Falls Church Metro, Rosslyn, Pentagon, dan Washington, DC. Loudoun County Connector juga menyediakan transportasi dari West Falls Church Metro ke Eastern Loudoun County. 

OmniRide (Northern Virginia) - OmniRide sebuah layanan bus komuter yang menyediakan transportasi Senin sampai Jumat dari lokasi di seluruh PrinceWilliam County ke stasiun Metro Virginia Utara dan ke pusat kota Washington, DC. OmniRide menghubungkan (dari daerah Woodbridge) ke stasiun Franconia-Springfield dan (dari daerah Woodbridge dan Manassas) ke stasiun Tysons Corner.

 Ride On (Montgomery County) - Ride On bus melayani Montgomery County dan terhubung ke garis merah Metro ini. 

Bus (Prince George County) - Bus menyediakan transportasi umum di Prince George County 

Oleh Rachel Cooper untuk dcabout.com, diperbaharui pada 22 Maret 2016. 

Monday, 20 June 2016

Master of Public Policy

Sekarang saatnya melakukan persiapan study. Saya diterima di jurusan Public Policy untuk level master degree di universitas yang mempunyai spesialisasi dalam subject Sosial Policy and Administration. Yah... American University berada di peringkat 30 besar dunia versi QS untuk subject tersebut. Fakta ini mulai menggelitik saya, apakah saya bisa lulus dari universitas dengan reputasi bagus tersebut, haha.

Berikut daftar mata kuliah yang harus diikuti di jurusan ini :


Core (30 credit hours)



  • PUAD-601 : Quantitative Methods for Policy Analysis I (3) (students with completed equivalent may substitute another course with approval
  • PUAD-602 : Quantitative Methods for Policy Analysis II (3)
  • PUAD-603 : Policy Process (3)
  • PUAD-606 : Foundations of Policy Analysis (3)
  • PUAD-631 : Financing Government Services (3)
  • PUAD-670 : Economics for Policy Analysis (3) (students with completed equivalent may substitute another course with approval)
  • PUAD-684 : Organizational Analysis (3)
  • PUAD-688 : Policy Practicum (3)

Salah satu dari mata kuliah di bawah ini:
  • PUAD-604 : Public Program Evaluation (3)
  • PUAD-607 :  Economics and Politics of Public Policy (3)
  • PUAD-671 : Cost Benefit Analysis (3)
  • PUAD-672 : Advanced Quantitative Methods for Policy Analysis (3)

Salah satu dari mata kuliah di bawah ini:
  • PUAD-616 : Legal Basis of Public Administration (3)
  • PUAD-617 : Project Management (3)
  • PUAD-619 : Ethical Issues in Public Policy (3)
  • PUAD-650 : Leadership in a Changing Workplace (3)
Mata Kuliah Konsentrasi (9 credit hours)
  • 9 credit hoursp pada bidang konsentrasi:
    • Bidang konsentrasi meliputi : social policy; health policy; science, technology, and environmental policy; crime, public law, and policy; public financial management; public management; nonprofit policy, management, and leadership; international development; applied politics, including campaign management and women and politics; comparative public policy; and advanced policy analysis. 

Serbu ! :)

Penutupan Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8: Awal Dimulainya Perjalanan Sesungguhnya

(Tangerang Selatan)– Bertempat di Aula PHRD, Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdiklat PSDM), Rabu, 15 Juni 2016, Acara Penutupan Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8 diselenggarakan. Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8 adalah diklat persiapan keberangkatan ke luar negeri yang ditujukan bagi 29 peserta penerima beasiswa SPIRIT dan telah dilaksanakan sejak 9 Mei 2016. Dihadiri oleh Kepala Pusdiklat PSDM, Kepala Bidang Pengelolaan Beasiswa, para pengajar, dan para peserta Pre-Departure Training acara penutupan dibuka pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 10.15 WIB. Turut hadir dalam acara tersebut, Kuwat Slamet, Kepala Bidang Pengelolaan Tes Terpadu, dan Azah Widati, Kepala Bidang Penjenjangan Pangkat dan Peningkatan Kompetensi.
 
Setelah dibuka oleh MC, acara penutupan diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh RS Wisnu Wardana Hariadi, Kepala Bidang Pengelolaan Beasiswa. Dalam pembacaan laporannya, Wisnu menyampaikan bahwa dari 29 peserta yang mengikuti diklat, semua peserta tersebut telah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai universitas yang dituju atau dengan kata lain di rentang waktu Juli—September para peserta Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8 akan memulai petualangannya dan resmi berubah status menjadi karya siswa. Dari 29 peserta yang akan berangkat studi, tercatat 12 orang menuju Amerika, 11 orang mendatangi Belanda, 5 orang menyambangi Prancis, dan 1 orang akan menginjakkan kaki di Irlandia. Pada akhir laporannya, Wisnu berharap agar semua peserta dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan waktu studi yang diberikan.

Acara berlanjut ke penyampaian kesan dan pesan dari peserta, Sumarto Eka Putra yang berasal dari unit Sekretariat Jenderal, berdiri mewakili 28 peserta lainnyaSPIRIT8-2 dalam kesempatan tersebut. “Saya merasakan kesedihan dan kebahagiaan sekaligus, sedih karena berpisah dengan teman-teman dan para pengajar yang saya cintai, bahagia karena telah berhasil menyelesaikan rangkaian program diklat dan mendapat kepastian tempat kuliah selanjutnya,” ujar Sumarto menyampaikan kesannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Pusdiklat PSDM atas support dan semua fasilitas yang disediakan selama diklat. Tidak lupa Sumarto berterima kasih kepada para pengajar Pre-Departure Training dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman diklat yang telah kompak dan saling membantu selama menjalani rangkaian program diklat.
SPIRIT8-3Penyampaian kesan dan pesan tidak hanya dilakukan oleh peserta, pengajar pun diberikan kesempatan untuk memberikan kesan dan pesannya selama mengajar Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8 yang berlangsung sekitar enam minggu tersebut. Deyce Wina Samola adalah pengajar yang berkesempatan menyampaikan kesan dan pesan kepada para peserta, sekaligus mewakili pengajar lainnya. Wanita yang akrab disapa Wina ini mengucapkan selamat atas keberhasilan para peserta dan juga berkata bahwa ia merasa bangga dan luar biasa dapat menularkan ilmunya kepada para calon karya siswa tersebut. Wina mengingatkan bahwa sesungguhnya awal perjalanan peserta baru saja dimulai setelah berakhirnya program diklat, akan ada tantangan dan hambatan selama berada di negara lain. Ia berharap semua peserta mendapatkan yang terbaik selama di negeri orang. “Satu lagi pesan saya: tempatkan studi dalam prioritas utama saat berada di luar negeri,” tutupnya mengakhiri sesinya.
Menjelang akhir acara, Annies Said Basalamah, Kepala Pusdiklat PSDM, turut membekali para peserta dengan penyampaian pesannya. “Kalian membuktikan bahwa kalian pantas menerima beasiswa,” ujarnya di awal pembicaraan. Hal tersebut dikatakan karena berkaca pada keberhasilan semua peserta yang relatif cepat dalam menerima LoA dari berbagai universitasi mancanegara. Selanjutnya Annies berpesan agar para peserta mengghindari rasa sombong karena ada kontribusi besar rakyat dalam program beasiswa yang diterima peserta. Ia juga menekankan ketika para peserta telah berhasil meraih gelar master, jangan langsung berambisi segera naik jabatan untuk menghindari perasaan-perasaan berlebihan dalam diri yang dapat mengakibatkan kerugian. “Just do the best, komitmen untuk menyelesaikan studi, kembali ke Kemenkeu, dan buat Indonesia menjadi lebih baik” tutupnya disambut tepukan riuh peserta.

SPIRIT8-5Waktu menunjukkan pukul 10.10 WIB saat Kepala Pusdiklat PSDM menutup secara resmi Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8. Kepala Pusdiklat mengucapkan selamat sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan diklat. Acara Penutupan Pre-Departure Training SPIRIT Batch 8 diakhiri dengan pembacaan doa oleh Kusnan Hidayat, Fungsional Umum Subbidang Seleksi dan Penempatan, Pusdiklat PSDM.

Sumber : bppk.kemenkeu.go.id diakses pada tanggal 21 Juni 2015

Friday, 10 June 2016

Tempat Makan Halal di Washington DC

Dikutip dari situs dcist.com, berdasarkan riset, D.C. menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan restoran kategori halal, diikuti oleh San Jose (CA), Oakland (CA), San Francisco (CA) dan Seattle (WA). Berikut tempat-tempat makan di D.C. yang saya dapatkan dari berbagai sumber :
  
Sadaf Halal Restaurant
 Restoran ini menyajikan masakan mediterania dan timur tengah. Berjarak 13,2 miles dari kampus American University, restoran ini berada di 1327 Rockville Pike Rockville, MD 20852. Jam operasionalnya untuk hari Senin - SAbtu antara 11:00 AM - 9:30 PM, sedangkan untuk hari minggu buka antara jam 11:00 AM - 8:30 PM.

Kartu kredit Visa dan Master Card bisa digunakan di restoran ini. Menu-menu yang bisa dipesan di restoran ini antara lain : Lamb Chenjeh, Chicken Kabob, Turkey Breast, Turkey Bologna, Roast Beef, Gyro, Beef Marta Dela serta menu-menu lainnya. Harga menu-menu di atas berkisar antara 7-19 USD.


Halal Kabob House 
 Halal Kabob House terletak di 2120 18th Street NW Washington, DC 20009 atau 3,1 miles dari kampus American University atau sekitar 11-12 menit menggunakan mobil. Restoran ini menyediakan makanan India, Bangladesh dan Pakistan. Jam buka restoran ini yaitu Minggu- Kamis: 11:00 AM s.d. 11:00 PM dan untuk hari Jumat- Sabtu: 11:00 AM to 3:00 AM.





Sate Truck 
Sate Truck adalah salah satu jenis konsep food truck yang populer di US. Konsep dari Sate Truck adalah makanan halal Indonesia. Owner Sate Truck kebetulan adalah warga negara Indonesia yang tinggal di sana. Anda bisa memesan sate ayam, nasi, urap , sambal, rendang sampai dengan krupuk di sini. Anda bisa mengecek keberadaan Sate Truck dengan mengakses Facebook page mereka : Sate Truck. Tempat-tempat 'mangkal' yang biasa dikunjungi restoran berjalan ini antara lain : KBRI DC, Metro Center Area, Franklin Square, Patriot Plasa, serta tempat-tempat lainnya.

Lincoln Memorial

Lupakan sejenak tentang jarak, indeks harga konsumen dan hal-hal sulit lain yang mungkin saya temui di Washington DC nanti. Mari kita bahas salah satu tempat yang menjadi tujuan favorit para pengunjung Washington D. C. Lincoln Memorial, adalah monumen untuk mengenang presiden United States (US) ke-16, Abraham Lincoln. Monumen ini terletak di  2 Lincoln Memorial Cir NW, Washington, DC 20037, berseberangan dengan monumen Washington.

 Di dalam bangunan Lincoln Memorial terdapat patung Abraham Lincoln duduk di sebuah singgasana. Pada tembok bagian belakang patung tersebut terdapat tulisan "IN THIS TEMPLE AS IN THE HEARTS OF THE PEOPLE FOR WHOM HE SAVED THE UNION, THE MEMORY OF ABRAHAM LINCOLN IS ENSHRINED FOREVER", artinya kurang lebih "Di dalam bangunan ini, seperti di dalam hati rakyat yang ia selamatkan demi negara, memorial Abraham Lincoln diabadikan selamanya".


 Pada bagian atas tiang penyangga di bagian luar monumen, tertulis nama-nama 36 negara bagian saat kematian Abraham Lincoln, beserta tanggal bergabunya ke United States. Nama-nama negara bagian tersebut dipisahkan oleh medali karangan bunga dalam bentuk relief.
  

Wednesday, 1 June 2016

KBRI Washington

Setiap pergi ke negara lain, biasanya warga negara Indonesia akan mencari letak KBRI di negara tersebut. Selain agar diketahui oleh perwakilan Indonesia di negara tersebut, di KBRI kita bisa mengetahui informasi lebih detail mengenai hal-hal yangmungkin kita butuhkan di sana.

Untungnya letak KBRI Washington cukup dekat dengan American University, sekitar 16-19 menit menggunakan kereta atau satu jam jika berjalan kaki. Dari google map, bisa kita ketahui bahwa ada beberapa macam kereta yang bisa kita gunakan dengan waktu operasi yang bervariasi. Seperti yang terlihat pada gambar, sebenarnya tinggal lurus saja dari KBRI ke AU dengan jarak sekitar 3 miles. Info dari senior lulusan AU, biasanya kita bisa dapat kupon makan saat weekend gratis di sana, wakakakak. Di KBRI juga biasanya ada event-event yang berkaitan dengan Indonesia seperti Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang.

Gambar di samping menunjukkan gedung KBRI di Washington. Tidak seperti kedutaan negara-negara lain di Jakarta yang sekelilingnya penuh dengan pagar tinggi ya? :D. Alamat KBRI Washington terletak di 2020 Massachusetts Ave NW, Washington, DC 20036, United States. Bangunan ini memiliki luas area 12,920 ft². Jika memiliki keperluan dengan KBRI Washington, anda bisa menghubungi nomor telepon +1 202-775-5200.