Sunday, 22 May 2016

American Dream

Penjatahan beasiswa untuk telah dilakukan, dan hasilnya, tadaaaaaaaaaaa! saya mendapatkan jatah untuk melamar di universitas-universitas yang ada di Amerika Serikat. 

Beragam perasaan dalam hati saya. Intinya mimpi akan pergi ke US saja saya belum pernah, apalagi ditakdirkan untuk melanjutkan pendidikan ke sana. Tentu saja dengan sedikit sedih karena akan jauh dari keluarga. Tapi tentu saja saya tahu bahwa apa yang akan saya lakukan ini akan sangat bermanfaat untuk diri saya, keluarga, institusi, mungkin juga bangsa ini di masa yang akan datang. Karena itu saya bersemangat menghadapinya.

Temtu saja banyak tahapan selanjutnya yang masih akan memeras mental dan tenaga, seperti apply ke universitas, mengurus visa, membuat statement of purpose, mencari letter of recommendation, dan proses-proses administrasi lainnya. Mohon doanya semoga semuanya dilancarkan. Amiin

Friday, 6 May 2016

Ngapain juga lanjut sekolah segala?

         Sebagai pegawai yang sudah memiliki gaji tetap, dan sudah berkeluarga, banyak yang bertanya kenapa harus susah-susah sekolah lagi, apalagi yang dicari? pangkat udah segitu ga ngaruh juga kan kalau sekolah lagi? kasihan anak istri kan ditinggal jauh? dan seterusnya. Menurut saya berikut alasan-alasan kenapa melanjutkan sekolah itu perlu bagi siapapun.

1. Upgrade Knowledge 
          Tantangan instansi yang saya naungi ke depan semakin hari semakin berat.  Jika kita tidak selalu mengupdate pengetahuan yang kita miliki, kita akan tertinggal. Contoh di bagian saya bekerja adalah ketersediaan data. Beberapa tahun yang lalu, masih sedikit pihak-pihak yang menggunakan data sebagai dasar keputusan. Sekarang? hampir setiap pernyataan yang dikemukakan ke publik harus berdasarkan data. Tantangan di bagian saya? bagaimana kita bisa menghasilkan informasi yang dibutuhkan secepat mungkin. Ketersediaan data yang high availability sudah merupakan keharusan. Bagaimana caranya? ya dengan mengikuti terus perkembangan konsep basis data beserta segala kemajuannya dalam bidang teknologi. Karena itulah melanjutkan sekolah merupakan salah satu cara bagi saya untuk menjalankan kewajiban saya sebagai pegawai, untuk mengatasi masalah-masalah yang menghampiri instansi saya secara lebih up to date. 

2. Tetap terjaga dari zona nyaman 
          Saat telah terbiasa dengan rutinitas sehari-hari, kita cenderung menghindari resiko-resiko yang akan membuat kita kehilangan hal yang telah kita capai saat ini. Sekolah lagi? ntar belajar lagi tiap malam? waktu untuk keluarga berkurang? masa umur segini mau itung-itungan kalkulus lagi? dan masih banyak lagi pertanyaan yang sebenarnya mengikat kita pada zona nyaman yang kita nikmati saat ini. Salahkah? tentu tidak. Namun secara personal sikap ini akan membuat kita tidak memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita. Wayne Rooney pernah berkata Cristiano Ronaldo punya kemampuan fisik yang menakjubkan karena saat di MU dia melakukan ekstra latihan selama 1-2 jam setelah rekan-rekan setimnya pulang. Dengan tidak terlena pada zona nyaman, sebenarnya secara 'terpaksa' kita terus mengasah potensi kita menjadi lebih baik.

3. Pengalaman baru
 Jika kita mendaftar beasiswa untuk melanjutkan sekolah, kita akan mengalami masa-masa bertemu lingkungan baru, negara baru bagi yang melanjutkan keluar negeri, serta teman-teman baru. Hal-hal tersebut bagus untuk kita, bertemu teman-teman baru dari kalangan berbeda misalnya, akan membuka sudut pandang kita terhadap suatu hal dari sisi yang lain, karena kita bertemu dengan orang-orang baru yang memberitahu kita sudut pandang mereka masing-masing. Selain itu melanjutkan sekolah juga melatih kita untuk survive, dalam mengelola keuangan bulanan misalnya.
 
4. Mendidik dengan memberi contoh
            Sebagian besar, atau mungkin semua orang tua ingin anaknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya sebagai bekal mereka di hari tua. Dengan melanjutkan sekolah, orang tua akan menciptakan pemicu otomatis agar anak mengikuti apa yang telah dilakukan orang tuanya. Dengan memberikan contoh, anak akan lebih mudah mengikuti perintah orangtuanya. Walaupun kita tidak memintanya, kemungkinan anak-anak kita ingin sekolah setinggi-tingginya akan besar karena mereka melihat orang tuanya melakukan hal tersebut.

5. Pahala yang akan terus mengalir
            Dalam  agama Islam terdapat tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya walaupun yang mengerjakan amalan tersebut telah meninggal dunia; amal jariyah, anak sholeh yang mendoakan orang tuanya, dan ilmu yang bermanfaat. Hal ketigalah yang menjadi tujuan saya dalam melanjutkan pendidikan. Karena jika ilmu yang kita dalami bisa bermanfaat bagi orang lain, Insya Allah akan menjadi investasi kita di alam kubur kelak, Amiin.

 
Sebagai penutup, saya tampilkan presentase jumlah penduduk Indonesia berdasarkan tingkat pendidikannya berdasarkan survei penduduk tahun 2010 dari situs mikirbae.com saya akses pada tanggal 7 Mei 2016. Terlihat bahwa mayoritas penduduk Indonesia masih lulusan SD sederajat. Tugas kitalah yang harus memperbaiki komposisi tersebut. Agar Indonesia di masa depan lebih baik dari Indonesia saat ini.

Wednesday, 4 May 2016

Prologue

Kisah ini berawal dari pengumuman penawaran diklat bahasa inggris selama 3 bulan, dimana 30 peserta terbaik akan mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri. Saya dan seorang teman memberanikan diri untuk mendaftar, dengan bekal sertifikat TOEFL ITP dan TPA yang kami peroleh pada bulan-bulan terakhir tahun 2015 tersebut. Saya, dengan kemampuan bahasa inggris yang ala kadarnya,dinyatakan lulus untuk mengikuti diklat tersebut.

Kembali ke kampus yang sembilan tahun lalu saya tempati untuk menuntut ilmu, saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan tersebut. Bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi, pengajar-pengajar yang berkualitas bagus, serta kurikulum padat dan'memaksa' peserta diklat agar fokus pada hasil TOEFL IBT yang dijadwalkan ada 19 Maret 2016 membuat saya bersemangat mengikuti diklat tersebut. Singkat cerita saya mendapatkan nilai 80 saat tes, yang berarti 'nyangkut' dari batas panitia untuk mendapatkan beasiswa. Akhirnya! :D

Saya mendapatkan beasiswa satu tahun untuk melanjutkan pendidikan S2 saya. Dengan berpikir bahwa sebentar lagi akan menjalani serta petualangan yang mungkin bisa bermanfaat bagi generasi yang akan datang (termasuk anak-anak saya mungkin :) ) jika di share, maka saya membuat blog ini. Semua cerita, tips, kendala sampai dengan hal-hal menarik akan saya coba curahkan disini dengan harapan semoga bisa dijadikan pelajaran bagi semua yang membacanya. Mohon doanya semoga saya konsisten dalam menuliskannya. Selamat membaca... ^^