Sunday, 16 October 2016

Being Tour Guide

Mbak Diyah, Mas Sosro dan Mas Ryan dari Duke Univ.
Minggu kemarin kami kedatangan tamu dari Duke University.  Singkat cerita saya dan Sidik berbagi tugas untuk mengantar mereka exploring DC selama dua hari, Sidik di hari Sabtu, saya di hari Minggu. Berikut ringkasan ceritanya : :D







Di samping Big Bus DC.

Lincoln Memorial

The Tour Guide :D





Paper for Policy Process

Tugas yang satu ini memiliki bobot cukup besar, 30% dari nilai akhir. Itulah kenapa kami harus serius dalam mengerjakannya. Bagaimana kita bisa menerapkan teori yang kita dapat di policy process dan melakukan mapping dengan kenyataan terhadap suatu topik yang kita angkat.  

Friday, 19 August 2016

The First Day of Orientation

Besok adalah hari pertama saya ke kampus menjalani masa orientasi. Cukup deg-degan, karena bellum tahu apa yang akan dihadapi esok hari. Hari ini? it's amazing. Bisa menjadi tamu di Gedung World Bank merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih untuk Pak Andang, Bu Karlina, serta Papa Mohammad Al Arief yang telah mengatur dan menyediakan waktunya untuk kami.

Smog besök kartu U Pass (kartu untuk menggunakan Metro dengan membayar per semester) jadi dibagikan. karena perjalanan menggunakan Metro di DC cukup menguras kantons :D.

Sunday, 7 August 2016

Berburu Perlengkapan Winter di Mangga Dua

Tiket keberangkatan tertanda tinggal beberapa hari lagi saya meninggalkan tanah air. Rekomendasi dari teman-teman satu beaiswa, untuk mencari perlengkapan winter ada di daerah Mangga Dua, Toko Djohan nama tokonya. Hari sabtu pun saya meluncur ke Pasar Pagi Mangga Dua, tempat toko tersebut menurut google.

Sampai sana ternyata belum jam 9, jadilah saya menunggu sebentar dengan membeli air mineral dan snack. Setelah jam 9, kami masuk, naik ke lantai dua dan mencari toko tersebut, begitu ketemu ternyata toko belum buka, kata beberapa pegawai disana biasanya buka jam 10 pagi. Saya pun keliling sebentar dan menemukan toko sejenis, yang setelah di cek di web toko djohan, harga yang ditawarkan relatif sama. Dari toko tersebut saya membeli jacket untuk winter, scraft dan penutup kepala. Setelah selesai, kami pun menuju ke toko Djohan. Toko baru buka dan langsung mencari barang-barang yang dicari. Item di toko djohan lebih lengkap. Di sana ada ear band, sarung tangan tousch screen, sepatu outdoor juga.





Akhirnya saya pulang dengan membawa list sebagai berikut :
  1. Jacket Winter
  2. Sweater
  3. Longjohn
  4. Penutup Kepala
  5. Scraft
  6. Sarung tangan touch screen dan non
  7. Sepatu Outdoor
  8. Ear band (penutup telinga)
  9. Topi Rusia 
  10. Kaos kaki (karena disana lebh tebal)

Saturday, 30 July 2016

Yang Hebat Bukan Saya Tapi Ibu Saya



Suatu shubuh, seorang wanita membangunkan putranya yang duduk di bangku sekolah dasar, “Nak, sholat dulu terus bantu Ibu ya”. Sang putra terbangun dan melaksanakan sholat, kemudian membantu Ibu dan Ayahnya membungkus mi goreng untuk dijajakan ke sekolah melalui bibinya yang menjadi pegawai di sekolah tersebut. Setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, sang putra mengantar bungkusan mi goreng itu ke rumah bibinya, sorenya ia mengambil sisa dan uang hasil penjualannya. Ketika mi gorengnya habis, ia akan lapor ke Ibunya dengan gembira, namun saat mi gorengnya masih tersisa banyak terkadang ia takut pulang karena sedih dan kasihan dengan Ibunya yang sudah menyiapkan makanan tersebut sedari dini hari, demi mendapatkan tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan harian mereka.

Beberapa Tahun Kemudian……

“Bu, teman-temanku ikut bimbingan persiapan UN di sana, bolehkah aku ikut bimbingan juga?”_seorang anak yang duduk di bangku kelas tiga SMA bertanya pada ibunya. Sang ibu tersenyum mendengar keinginan putranya, ia tidak segera menjawab pertanyaan saat itu juga. Ia berpikir sebenarnya untuk kebutuhan bulanan saja penghasilannya sudah hampir tak tersisa, namun ia tidak ingin mengecewakan keinginan putranya, baginya pendidikan sang putra adalah hal yang harus diutamakan. Keesokan harinya sang anak dipanggil, “Nak, Ibu mengijinkanmu ikut bimbingan, tapi uang yang ada hanya cukup untuk biaya bimbingannya saja, kalau kamu benar-benar ingin ikut bimbingannya, segeralah mendaftar”. “Baik bu” jawab putranya. Alhasil sang putra ikut bimbingan tersebut. Tiap hari ia berjalan kaki dari rumahnya ke tempat bimbingan di daerah simpang lima yang berjarak kurang lebih satu setengah kilometer. Ia tak peduli dengan teman-temannya yang menggunakan motor atau di antar mobil oleh orang tuanya, baginya bisa ikut bimbingan saja ia sudah beruntung. Ia pun konsisten mengikuti bimbingan sampai akhir agar tidak mengecewakan Ibunya.

*Beberapa Tahun Kemudian……*

“Silahkan kalian berdiri, dan menghadaplah ke arah dimana orangtua kalian berada”, dekan salah satu universitas terbaik di negeri ini meminta pada semua wisudawan pada acara wisuda tersebut. Seorang pemuda berdiri dengan tersenyum, dan menghadap ke salah satu sisi balairung, banyak kamera yang menyorot mereka sehingga ia yakin ia terlihat oleh layar televisi yang terpasang di luar balairung. “Berilah tepuk tangan pada orang tua kalian, karena merekalah kalian sekarang berada disini, lulus dari universitas ini”, ujar sang dekan kemudian. Serempak semua wisudawan bertepuk tangan ke arah yang berbeda-beda, suasana menjadi riuh. Sepasang suami istri yang duduk di kursi pendamping di luar balairung, menatap layar televisi yang terpasang di sana. Sang wanita, berkaca-kaca saat melihat putranya bertepuk tangan sambil tersenyum. Putranya yang dulu ia perjuangkan untuk terus mendapat pendidikan sekarang telah menyelesikan sarjananya, dengan jalan yang mungkin tidak terbayangkan olehnya dari awal. Sang anak diterima di perguruan tinggi kedinasan yang tidak memungut biaya kuliah. Setelah lulus dari sana ia melanjutkan kuliah ke universitas ini dengan gaji yang telah ia peroleh sebagai pegawai. Dan tentu saja karena doa dan usahanya untuk keberhasilan sang putra.

Beberapa Tahun Kemudian……

“Mas, keren banget sih, tahun kemarin baru aja dapet penghargaan pegawai terbaik, sekarang dapet beasiswa S2 ke luar negeri, gimana sih caranya biar hebat gitu?” tanya seorang pegawai yunior pada pegawai senior di kantor mereka. Yang ditanya tersenyum, dan menjawab, “Sebenarnya yang hebat itu bukan saya, tapi ibu saya”. “Saya yang sekarang adalah hasil didikan beliau bertahun-tahun” lanjutnya. “Karena itu muliakanlah orang tua kita, karena kita tidak akan pernah tahu seberapa besar keajaiban yang Allah SWT persiapkan karena doa dan keridloan mereka untuk kita.” Pegawai senior tersebut adalah putra dari wanita yang menjual  mi goreng ke sekolah sembilan belas tahun yang lalu.

*Pesan moral : Muliakanlah orang tua kita, karena kita tidak akan pernah tahu seberapa besar keajaiban yang Allah SWT persiapkan karena doa dan keridloan mereka untuk kita.*

Tuesday, 12 July 2016

50 Negara Bagian Amerika Serikat

 Sebagai seorang yang akan belajar ke negara orang lain, tentu saja saya harus belajar tentang negara tersebut. Salah satu hal yang saya pelajari adalah negara bagian di US.

Amerika Serikat adalah Negara dengan 50 negara bagian. Negara-negara bagian tersebut antara lain (dari barat ke timur) : Washington, Oregon, California, Nevada, Idaho, Montana, Utah, Arizona, Wyoming, Colorado, New Mexico, North Dakota, South Dakota, Nebraska, Kansas, Oklahoma, Texas, Minnesota, Iowa, Missouri, Arkansas, Lousiana, Wisconsin, Illinois, Mississipi, Indiana, Kentucky, Tennessee, Alabama, Michigan, Ohio, Georgia, Florida, West Virginia, Virginia, North Carolina, South Carolina, Pennsylvania, Washington DC, Vermont, Massachusetts, Maine, New Hampshire, Connecticut, New Jersey, Rode Island, Delaware, Maryland, Alaska dan Hawaii. Untuk lebih detail lokasi masing-masing silahkan di zoom in gambar di atas.



Sunday, 10 July 2016

Chi-squared test

Hari ini saya mencoba trial Math Placement Test, dan dari 119 topik, saya hanya bisa mengerjakan 24 topik :D. Banyak PR menanti untuk diingat kembali. Salah satu topik yang tidak bisa saya jawab adalah tentang Chi-squared test. Langsung saja saya googling topik tersebut.

Dari wikipedia, berikut pengertian Chi-squared test : A chi-squared test, also referred to as a \chi ^{2} test (or chi-square test), is any statistical hypothesis test wherein the sampling distribution of the test statistic is a chi-square distribution when the null hypothesis is true. Chi-squared tests are often constructed from a sum of squared errors, or through the sample variance. Test statistics that follow a chi-squared distribution arise from an assumption of independent normally distributed data, which is valid in many cases due to the central limit theorem. A chi-squared test can be used to attempt rejection of the null hypothesis that the data are independent.

Rumus :

 

Wednesday, 29 June 2016

Dengan Ketekunan, Bis Patas Jurusan Serpong Bisa Mengantarmu Ke Washington DC



Ketekunan adalah suatu hal yang ajaib. Ketekunan terkadang bisa mengalahkan bakat yang sangat besar. Ketekunan seringkali mendatangkan kesempatan yang tidak didapat oleh orang lain yang tidak memilikinya. Ketekunan seringkali jadi pembeda antara orang yang berhasil dengan orang yang gagal._

Mana mungkin ke Washington DC menggunakan bis Patas AC, Apalagi jurusannya Bekasi - BSD?. tiket pesawat ke Arab Saudi aja mungkin masih lebih murah jika dibandingkan dengan tiket pesawat ke jantung sang negara adidaya tersebut.  Namun cerita di bawah ini adalah salah satu contoh tentang keajaiban ketekunan.

Semuanya berawal dari penawaran diklat bahasa inggris selama tiga bulan di kampus Jurangmangu, Bintaro Sektor V Tangerang Selatan.  Tanpa pikir panjang tentu saja saya mengajukan diri dan diterima untuk mengikuti diklat tersebut. Saya adalah tipe orang yang lemah dalam bahasa inggris, dari jaman SMP sampai kuliah saya tidak pernah sukses dalam mata pelajaran satu ini. Karena itu saya selalu berusaha memperbaiki _skill_ yang saya miliki dengan mengikuti semua kesempatan diklat bahasa inggris.

Untuk menghemat pengeluaran, saya menggunakan bis Agra Mas jurusan Bekasi - BSD (Bumi Serpong Damai), bus dengan warna ikonik merah dan logo tulisan berwarna putih dengan volume penumpang yang luar biasa. Jika beruntung, begitu sampai di bundaran komsen Jatiasih saya akan langsung melihat bis ini sedang mangkal di jalan menuju pintu tol Jatiasih, duduk di kursi dekat pintu dengan hembusan AC yang langsung membuat ingin merilekskan sejenak badan ini (baca : tidur).  Jika sedang tidak beruntung, boro-boro duduk di kursi, bisa masuk ke dalam bis saja saya sudah harus bersyukur.  Kadang saya harus jadi _anak nangkring_ di bagasi barang, yaitu _space_ di belakang 5-6 kursi di bagian paling belakang, karena diminta sportifitas saya sebagai laki-laki atau anak muda oleh penumpang lain (walaupun umur sudah kepala tiga juga sebenarnya ).  

Tarif dari Jatiasih ke pintu tol Veteran, lokasi dimana saya akan meneruskan rute saya dengan menggunakan ojek pangkalan adalah sepuluh ribu rupiah. Jika saya menggunakan Gojek dari rumah ke bundaran komsen - dilanjutkan dengan menggunakan bis - dan Ojek pangkalan, total biaya yang saya keluarkan sekitar lima puluh ribu rupiah. Masih lebih murah jika dengan menggunakan taksi yang harganya mencapai tiga kali lipatnya. Mental Anda akan ditempa dua kali lipat saat anda tidak dapat tempat duduk, dan jalanan di Jakarta sudah mulai macet, otomatis anda akan berada dalam posisi berdiri lebih lama daripada biasanya. Dan saya bisa membayangkan betapa kuatnya mental para penumpang lain yang mungkin saja telah bertahun-tahun mengalami rutinitas seperti itu.

Bis ini juga mengangkut berbagai macam semangat penumpangnya, mulai dari ibu-ibu pegawai yang harus lintas propinsi tiap hari (Bekasi - BSD kan beda propinsi, hehe) demi menafkahi keluarganya, sampai dengan anak-anak muda mahasiswa-mahasiswi yang membawa buku kuliah mereka ke dalam bis untuk dibaca dengan posisi berdiri sekalipun.  Saat sore hari juga suasana tak jauh beda. Hanya saja mungkin raut wajah para penumpang yang tidak seceria di pagi hari lebih dominan. Aroma kegigihan mereka bekerja keras di setiap aktivitas masing-masing terkadang juga tercium oleh hidung saya.

Rutinitas di atas selalu saya jalani selama empat bulan. Setiap Senin pagi setelah sholat Subuh , saat matahari pun belum menampakkan sinarnya,  saya berangkat dari rumah.  Jumat malam saat kembali ke rumah, seringkali saya sampai di rumah saat anak saya telah tidur, karena kemacetan pada hari tersebut terjadi nyaris pada 80% trayek bis Agra Mas Bekasi - BSD. Tidak ada lagi yang bisa saya perbuat untuk sampai pada tujuan saya kecuali dengan ketekunan. Karena saya bukanlah seorang dengan bakat besar dalam bahasa inggris. Saat sesi _reading_ misalnya, saya harus membaca satu paragraf dalam suatu bacaan beberapa kali, ketika teman-teman saya sudah mengerti inti dari paragraf tersebut dengan sekali baca. Begitu juga dengan sesi speaking, seringkali pengajar mengingatkan saya untuk mengeraskan volume suara karena khawatir saat _real test_ suara tidak terdengar, keadaan yang sebenarnya disebabkan karena saya kurang _confidence_ dengan kemampuan saya. Tentu saja saya menambah porsi latihan dan belajar lebih banyak dari teman-teman saya untuk meminimalisir kelemahan saya tersebut.

Dan pada akhirnya, di akhir masa seleksi saya termasuk dalam peserta yang melewati _passing grade_ untuk disekolahkan ke luar negeri. Selanjutnya saya mendapatkan jatah ke Amerika Serikat, dan diterima di beberapa universitas. Dan pilihan saya jatuh pada salah satu universitas yang berlokasi di Washington DC. Kadang kita tidak pernah menyangka apa yang akan dihasilkan oleh hal-hal kecil yang kita lakukan dengan rutin. Semua faktor yang ikut mendukung saya untuk menekuni diklat empat bulan tersebut tentu saja ikut berjasa, termasuk bis warna merah jurusan Bekasi - BSD yang selalu saya tunggu di pintu tol setiap awal dan akhir pekan. Karena itu, lakukanlah semua hal yang Anda inginkan dengan ketekunan, niscaya hasilnya tidak akan mengkhianati proses yang ada dibaliknya.

Progress Persiapan berangkat

Hari ini saya dan teman-teman yang diterima di AU berencana untuk melakukan vaksinasi, dan mungkin sekalian membuka rekening valas Mandiri, setelah kemarin ditolak karena tidak membawa NPWP. Semoga dilancarkan, Amiin.. berikut official video dari AU untuk mahasiswa baru. : 

Friday, 24 June 2016

Transportasi Publik di Washington DC

Sangat mudah untuk melakukan perjalanan berkeliling wilayah Washington, DC menggunakan transportasi umum. Karena lalu lintas Washington, DC sering sesak dan biaya parkir mahal, menggunakan angkutan umum bisa menjadi cara mudah untuk mendapatkan mengeksplore pusat pemerintahanUSA ini. Olahraga, hiburan, belanja, museum dan atraksi wisata semua dapat diakses dengan transportasi umum. Berkendara dengan kereta bawah tanah (subway), kereta api atau bus bisa mengurangi stres dan lebih mudah daripada mengendarai mobil pribadi ke beberapa daerah di sekitar wilayah tersebut. Berikut adalah panduan untuk  sistem transportasi umum di Washington, DC.

Metrorail - The Washington Metrorail adalah sistem kereta bawah tanah regional, menyediakan transportasi bersih, aman dan terpercaya di seluruh wilayah metropolitan Washington, DC menggunakan lima baris kode warna yang berpotongan di berbagai titik area (semacam koridor busway kalau di Jakarta), sehingga memungkinkan bagi penumpang untuk mengubah kereta dan perjalanan di mana saja dalam sistem. Tercatat ada Red Line, Yellow Line, Orange Line, Blue Line dan Green Line yang menghubungkan tiap sudut daerah Washington DC.

Metrobus - Metrobus adalah area layanan bus regional Washington, DC  yang menghubungkan semua stasiun Metrorail dan feed ke sistem bus lokal lain di sekitar wilayah tersebut. 

National Mall Tour Bus - adalah bus Ekspres yang beroperasi dari Union Station, ke World War II Memorial, Lincoln Memorial, Pemakaman Nasional Arlington, Martin Luther King Memorial, stasiun Smithsonian Metro dan sebaliknya. 

DC Circulator - The DC Circulator, memberikan layanan transportasi murah, frekuentif di sekitar National Mall, antara Union Station dan Georgetown, dan antaraConvention Center  dan National Mall.

DC Trem (Streetcars) - Trem akan segera disediakan sebagai transportasi di sekitar Washington DC. Trayek baru sedang dibangun dan yang pertama diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2013. 

Layanan Kereta MARC - MARC adalah kereta komuter menyediakan angkutan umum beserta empat rute ke Union Station di Washington, DC. Titik mulainya  di Baltimore, Frederick, dan Perryville, MD dan Martinsburg, Virginia Barat. Dimulai pada Desember 2013, layanan MARC akan berjalan pada akhir pekan antara Baltimore dan Washington pada Penn Line. Trayek lainnya beroperasi Senin sampai Jumat saja. 

Virginia Railway Express (VRE) - VRE adalah kereta komuter menyediakan transportasi umum dari Fredericksburg dan Jalankan Bandara luas di Bristow, VA ke Union Station di Washington, DC. Layanan VRE berjalan Senin sampai Jumat saja. 

ART-Arlington Transit - ART adalah sistem bus yang beroperasi dalam Arlington County, Virginia dan menyediakan akses ke stasiun Crystal City Metro dan VRE. 

City of Fairfax CUE - Sistem CUE bus menyediakan transportasi umum dalam kota Fairfax, George Mason University, dan ke Vienna /Stasiun Fairfax-UGM Metrorail. 

DASH (Alexandria) - Sistem DASH bus menyediakan layanan dalam Kota Alexandria, dan menghubungkan dengan Metrobus, Metrorail, dan VRE. 

Fairfax Connector - The Fairfax Connector adalah sistem bus lokal untuk Fairfax County, Virginia yang menghubungkan ke Metrorail. 

Loudoun County Commuter Bus - The Loudoun County Connector adalah layanan bus komuter yang menyediakan transportasi ke Park & Ride Lots pada jam sibuk, Senin sampai Jumat. Tujuan bus mencakup West Falls Church Metro, Rosslyn, Pentagon, dan Washington, DC. Loudoun County Connector juga menyediakan transportasi dari West Falls Church Metro ke Eastern Loudoun County. 

OmniRide (Northern Virginia) - OmniRide sebuah layanan bus komuter yang menyediakan transportasi Senin sampai Jumat dari lokasi di seluruh PrinceWilliam County ke stasiun Metro Virginia Utara dan ke pusat kota Washington, DC. OmniRide menghubungkan (dari daerah Woodbridge) ke stasiun Franconia-Springfield dan (dari daerah Woodbridge dan Manassas) ke stasiun Tysons Corner.

 Ride On (Montgomery County) - Ride On bus melayani Montgomery County dan terhubung ke garis merah Metro ini. 

Bus (Prince George County) - Bus menyediakan transportasi umum di Prince George County 

Oleh Rachel Cooper untuk dcabout.com, diperbaharui pada 22 Maret 2016. 

Monday, 20 June 2016

Master of Public Policy

Sekarang saatnya melakukan persiapan study. Saya diterima di jurusan Public Policy untuk level master degree di universitas yang mempunyai spesialisasi dalam subject Sosial Policy and Administration. Yah... American University berada di peringkat 30 besar dunia versi QS untuk subject tersebut. Fakta ini mulai menggelitik saya, apakah saya bisa lulus dari universitas dengan reputasi bagus tersebut, haha.

Berikut daftar mata kuliah yang harus diikuti di jurusan ini :


Core (30 credit hours)



  • PUAD-601 : Quantitative Methods for Policy Analysis I (3) (students with completed equivalent may substitute another course with approval
  • PUAD-602 : Quantitative Methods for Policy Analysis II (3)
  • PUAD-603 : Policy Process (3)
  • PUAD-606 : Foundations of Policy Analysis (3)
  • PUAD-631 : Financing Government Services (3)
  • PUAD-670 : Economics for Policy Analysis (3) (students with completed equivalent may substitute another course with approval)
  • PUAD-684 : Organizational Analysis (3)
  • PUAD-688 : Policy Practicum (3)

Salah satu dari mata kuliah di bawah ini:
  • PUAD-604 : Public Program Evaluation (3)
  • PUAD-607 :  Economics and Politics of Public Policy (3)
  • PUAD-671 : Cost Benefit Analysis (3)
  • PUAD-672 : Advanced Quantitative Methods for Policy Analysis (3)

Salah satu dari mata kuliah di bawah ini:
  • PUAD-616 : Legal Basis of Public Administration (3)
  • PUAD-617 : Project Management (3)
  • PUAD-619 : Ethical Issues in Public Policy (3)
  • PUAD-650 : Leadership in a Changing Workplace (3)
Mata Kuliah Konsentrasi (9 credit hours)
  • 9 credit hoursp pada bidang konsentrasi:
    • Bidang konsentrasi meliputi : social policy; health policy; science, technology, and environmental policy; crime, public law, and policy; public financial management; public management; nonprofit policy, management, and leadership; international development; applied politics, including campaign management and women and politics; comparative public policy; and advanced policy analysis. 

Serbu ! :)